Mahligai rumah tangga yang terbangun atas dasar cinta dan saling pengertian menjadi dambaan setiap insan - terutama yang akan memasuki jenjang pernikahan, bahkan yang sudah berkeluarga lama sekalipun. Tetapi dalam mengarungi bahtera berkeluarga tidak jarang ombak dan badai menerpa dengan kencang. Dalam kondisi seperti itu dibutuhkan saling menghargai satu sama lain, kita bisa meninjau latar belakang kehidupan pasangan kita, atau kita bisa mengevaluasi kembali alasan melangsungkan pernikahan, maka dengan cara begitu bisa jadi kita akan tumbuh rasa pengertian kepada pasangan kita. Pada dasarnya manusia butuh dihargai, untuk itu berikan penghargaan yang tinggi untuk pasangan hidup kita.
Sepanjang pengetahuan saya dalam mempelajari agama Islam, kehidupan berkeluarga yang dijalani oleh Rasulullah SAW, merupakan gambaran keluarga yang menjadi panutan. Beliau sangat menghormati istrinya dan demikian pula sebaliknya. Berikan kebahagiaan untuk pasangan kita, maka kitapun akan ikut bahagia, karena pasti pasangan kitapun akan membalas dengan penghargaan lagi. Hal ini dapat kita ibaratkan ketika kita melempar bola, semakin keras kita melempar bola ke dinding, maka pantulannya akan semakin keras. Mudah-mudahan budaya menghargai yang dimulai dari keluarga, yaitu suami menghargai istri dan sebaliknya, anak menghargai orang tua dan sebaliknya, akan membawa kepada terbentuknya budaya bangsa yang saling menghargai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar