Rabu, 12 Agustus 2009

Hikmah bertemu orang Maju

rrrrrrrrrrrrrrr, handphoneku bergetar, tanda ada sms masuk, lalu saya lihat, ternyata ada pesan yang berbunyi "Wajib hadir untuk guru TK dan SD Rabu 12 Agustus 2009 ashar pada acara "Memotivasi" " Belajar pada alam semesta " bersama Mario Teguh " di Kandang Jurang Doank". Saya harus menyampaikan pesan ini kepada guru-guru, alhamdulillah guru-guru merespon dengan baik. Bersyukur saya memiliki guru-guru yang sangat antusias dalam mencari ilmu. Tetapi ketika tanggal 12 Agustus 2009 tiba, pagi-pagi sekitar jam 08.30, saya mendapat kabar bahwa acara dimajukan menjadi jam 10.00, artinya dengan berat hati para guru SD tidak dapat ikut, saya bersama wakil Dir.Eksekutif, serta koordinator TK saja yang diputuskan untuk mengikuti acara. Segera kami bertiga berangkat dan sampai dilokasi 10 menit kemudian. Mas Dik Doank saat itu sedang sibuk memberikan petunjuk arah kepada supir Pak Mario Teguh melalui handphone dan mempersiapkan lokasi yang akan diliput oleh Metro TV. Kurang lebih jam 11.00 pak Mario beserta istri tiba di lokasi, beliau diajak touring ke lokasi dan fasilitas yang dimiliki oleh Kandang Jurang Doank, diantaranya karya lukis Mas Dik Doang, film dokumenter perjalanan Kandang Jurang Doank. Karya yang ada di dalamnya penuh makna, ditata dengan sangat apik dan sangat unik.
Saya pikir setelang touring selesai, saya pikir segera pak Mario akan mengisi di lokasi para relawan dan masyarakat umum yang diundang. Ternyata setelah kami tunggu-tunggu, rupanya pengambilan liputan dari Metro TV sedang berlangsung. Akhirnya saya mencoba mengikuti dialog Mas Dik dengan Pak Mario Teguh, di tempat yang dilakukan touring sebelumnya. Kata-kata Pak Mario Teguh yang tenang tetapi memiliki makna yang dalam sehingga memberikan dorongan untuk melakukan sesuatu kepada si pendengarnya.
Ketika proses dialog selesai dan Pak Mario Teguh meninggalkan ruangan, saya sempat menyapa beliau dan mengucapkan terimakasih banyak serta menjabat tangannya, karena beliau telah memberikan dorongan dan motivasi yang sangat super bagi saya. Dengan sangat santun beliau menyampaikan, semoga apa yang disampaikan saya bermanfaat. Kata-kata yang sederhana tetapi sangat dalam pengaruhnya bagi saya. Betapa beliau sangat rendah hati dan santun. Sekali lagi terimakasih Pak Mario, semoga saya juga semakin banyak manfaatnya untuk umat manusia. Kebetulan saya bergerak dalam bidang pendidikan, saya siap berbagi pengalaman dengan teman-teman yang mau membuat sekolah alam, sebagai salah satu pendidikan alternatif bagi siswa. Silahkan bisa menghubungi e-mail: i_sodikin@yahoo.com, ahmsodik@gmail.com.

Senin, 02 Februari 2009

Belajar dari kelalain

Ibu, uang kembalian sebesar 40 rb itu, hilang", kata anakku pada saat kami baru pulang. Tentu saja kami sebagai orang tua agak marah, "ya sudah, kamu tidak mendapat uang jajan, selama 4 hari, jawab kami. Dengan berat hati kami mencoba untuk memberikan ketegasan kepada anakku untuk lebih berhati-hati.

Kami ajak ia berdiskusi, dan mencoba untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Sebagai pengganti uang jajan, ia harus membawa makanan dari rumah, kami beri kepercayaan kepadanya untuk memasak sendiri, kebetulah masih ada chicken nugget dan telur, dan ia pun setuju.

Pagi-pagi sebelum berangkat sekolah ia sudah memasak, melihat komitmen yang diberikannya cukup bagus akhirnya istriku mendampingi anakku menyiapkan makanannya. Ketika mobil antar jemputnya sudah tiba, ia segera berangkat dengan mencium tangan kami berdua. "belajar yang baik ya nak", pinta kami kepadanya. Alhamdulillah, anakku dapat mengerti tentang konsekuensi dari sikap. kami mengajarkan kepadanya, setiap tindakan pasti ada konsekuensinya. Mudah-mudahan ini dapat menjadi bekal hidupnya dimasa sekarang dan masa yang akan datang.

Istriku dapat mengendarai mobil

Sudah sejak lama istriku ingin sekali diberi kepercayaan untuk mengendarai mobil. Padahal beliau sudah saya ajari dan ia dapat mengendarai dengan cukup baik. Dimulai dengan belajar fungsi rem, kopling, gas, dan persneling, istriku dapat mengoperasikannya disekitar komplek rumah kami. Tetapi hatiku masih belum secara bulat mempercayainya untuk membawa kendaraan di jalan raya, hal ini disebabkan kekhawatiranku yang berlebihan disebabkan rasa cintaku yang besar kepadanya, takut terjadi apa-apa. Tetapi dengan adanya ketidakpercayaan saya itu mengakibatkan, aktivitas istriku menjadi tergantung kepada supir yang sudah mahir, dalam hal ini, saya. Ketika perjalanan jauh dan kondisi sang supir sudah lelah, terpaksa perjalanan harus dihentikan, menunggu sang supir tidur dulu.

Dari beberapa pertimbangan yang diolah dalam diri saya sendiri, akhirnya pada hari Minggu, tanggal 1 Februari, dengan lapang dada saya berikan kepercayaan kepada istriku untuk membawa kendaraan ke Cimanggis Depok. Alhamdulillah, istriku mengendarai kendaraan dengan selamat, demikian juga pada saat besoknya ketika kami pulang. Istriku semakin percaya diri, dan pada hari ini pun saya beri kepercayaan ia untuk mengendarai kendaraan dari rumah kami di Parung menuju Ciputat, tempat kami bekerja.

Dengan adanya pengalaman di berbagai medan, istriku semakin menguasai mengendarai kendaraannya, mulai dari cara mengendarai di saat macet dengan medan datar dan saat macet dengan medan menanjak. Sekarang saya semakin sadar, pentingnya memberi kepercayaan kepada orang-orang yang dekat dengan kita.

Sabtu, 31 Januari 2009

Anakku sudah mulai remaja

11 tahun sudah usia anakku yang paling besar. Ia sudah tumbuh menjadi perempuan remaja. Tanggal 28 Januari 2009 adalah awal ia mendapat mensturasi. Istri saya telah memberikan pembekalan kepadanya tentang alamiahnya seorang perempuan dewasa. Alhamdulillah dengan memberikan sikap terbuka kepadanya tentang permasalahan yang dihadapi, ia tidak malu-malu menceritakannya.
Kami telah sepakat(saya, istri, dan anak) untuk menangani masalah yang dihadapinya dengan cara bertukar pikiran. Kami sepakat untuk menghargai pendapat-pendapatnya dan menjaga harga dirinya didepan umum. Panggilan kepadanya adalah "kakak", tidak lagi namanya langsung.
Dari hasil pembicaraan kami dengannya, didapat informasi, ada beberapa anak laki-laki yang mengutarakan rasa senangnya kepada anakku. Kami jelaskan kepadanya bahwa saat sekarang bukanlah saat yang tepat untuk "berpacaran", dengan memberikan gambaran pencapaian cita-cita yang masih jauh, akhirnya ia sendiri dapat mengambil keputusan sendiri, bahwa saat sekarang adalah saatnya mempersiapkan diri meraih cita-cita.
Alhamdulillah, kami sangat senang mendengar jawabannya tersebut. Melalui contoh yang kami berikan kepada anak kami, mudah-mudahan ia dapat menjaga kesucian dirinya. aamiin

Kamis, 04 Desember 2008

Idolaku

Kakakku yang paling besar bernama Aos Abdul Gaos, ia terpaut 5 tahun denganku. Ia adalah inspirasi dalam hidupku. Sejak kecil beliau selalu menjadi panutan adik-adiknya, bahkan teman-teman sebaya di sekitar rumahku. Ia selalu menjadi pemimpin, ketika bermain perang-perangan, bermain mobil-mobilan, dan berbagai jenis permainan lainnya. Sejak kecil beliau selalu menjadi nomor satu dalam bidang akademis, dari sejak SD, SMP dan STM. Penampilannya selalu modis, betapa kakakku menjadi idolaku, ia suka berpenampilan seperti anak yang nakal, dengan berpenampilan rambut gondrong, tetapi ia juara satu di sekolahnya. Ia pintar bermain gitar dan melukis. Pernah ia membuat gambar tarzan dan binatang purba dan dipajang di ruang tamu rumahku. Saya benar-benar mengagumi kakakku dalam hal kepandaiannya dan kedalaman ilmunya. Ia adalah tipe orang yang serius, kesenangannya membaca, sehingga koleksi buku-bukunya sekarang memenuhi rumahnya. Sekarang ia sebagai tenaga pengajar di Aliyah Pesantren Darul Muttaqien Parung Bogor dan sekaligus sebagai Penceramah. Kesenangannya dalam menuntut ilmu diperlihatkan dengan terus melanjutkan pendidikan formal, setelah lulus dari UT jurusan managemen, beliau melanjutkan ke ICAS, Islamic Collage for Advance Studies dan sekarang tengah menyelesaikan tesis. Ya Allah, berikan ilmu yang telah dimiliki oleh Kakakku menjadi ilmu yang bermanfaat untuk umat manusia. aamiin

Selasa, 18 November 2008

Istriku

Shinta, oh Shinta ....
Nama yang indah
Sosok wanita yang menjaga kesucian
Manakala namamu dipanggil
Dak dik duk rasa hatiku

Keindahan pekertimu
Mengalahkan kecantikan fisik wanita manapun
Senyummu menjadi pengobar semangatku
Kata-katamu menjadi inspirasi keberhasilanku

Suka dan duka kita jalani bersama
Kebahagiaan menjadi selimut bahtera rumah tangga kita
12 tahun kita telah melalui waktu bersama
Gelora cinta senantiasa membara
Membakar semangat pengorbanan cinta

Sayangku, Yuliana Shinta Dewi
Cinta kita adalah lambang pengorbanan dan kebahagiaan
Ya Allah, persatukanlah kami di dunia
dan persatukan kami di syurgamu kelak
bersama orang orang yang sholeh

Ashfiya Shofura Qurata'aini

Hari itu adalah hari jum'at tanggal 26 September 2003, seorang bayi cantik lahir dengan selamat kedunia ini dengan diiringi senyum bahagia oleh sang ibu dan ayah beserta kakaknya. Ucapan selamat berdatangan dari segenap keluarga baik dari pihak ayah maupun dari pihak ibu. Nama yang sangat unik, Ashfiya Shofura Qurata'aini yang artinya kurang lebih bersih hati dan fisiknya seperti Shofura (istri nabi Musa) yang menjadi enak dipandang mata.
Saat-saat yang begitu menegangkan, manakala sebalum kelahirannya sang ibu harus dipindahkan dari bidan yang menanganinya di Candraloka Telaga Kahuripan ke Rumah Sakit Ibu dan Anak Citra Insani. Sudah dua hari dua malam sang bidan berusaha supaya kelahirannya normal, tetapi karena tidak menunjukan adanya perkembangan setelah pembukaan lima, akhirnya pihak Rumah Sakit memutuskan untuk operasi. Alhamdulillah, saat-saat yang menegangkan telah terlewati, dan berganti dengan kebahagiaan yang tidak terkira, seorang bayi perempuan yang cantik, sempurna.
Ashfiya adalah bayi yang kuat, ketika dalam kandungannya sang ibu mampu mengatasi berbagai masalah dengan penuh kekuatan dan tegar. Ia adalah tipe anak yang berani, jangankan dengan teman sebaya dengan yang lebih besarpun ia sanggup melawan. Sikap sportifnya terlihat ketika ia mau menerima kekalahan, dan dapat diingatkan ketika melakukan kesalahan. Ia juga sangat cerdas, ia akan berusaha mencapai yang diinginkannya dengan berbagai cara. Sungguh karunia yang sangat besar mendapat titipan amanah dari sang Maha Pencipta, dengan dikaruniai anak-anak yang baik dan cerdas. Ya Allah berikan jalan yang lurus untuk Ashfiya, lindungi ia dari mara bahaya dan tinggikanlah derajatnya serta lahirkan daripadanya keturunan yang shalih dan shalihah. Aamiin